Al-Quran Online ini, ajakan untuk mendalami AlQuran sambil mencari ridho dan cinta Allah semata
Daftar Akar Kata Pada AlQuran
Dipersembahkan oleh para sukarelawan yang hanya mencari kecintaan Allah semata

An-Nisa

dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

ayat 8

Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir kerabat, anak yatim dan orang miskin, maka berilah mereka dari harta itu (sekedarnya) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.

Irab Surat AnNisa ayat 8


📝 Uraian I'rāb Pilihan Kata Kunci

Kata

Kedudukan I'rāb (Fungsi)

Keterangan/Status

وَإِذَا (Wa iḍā)

Wāw ('Aṭf) dan Iḍā (Syarat Waktu)

Iḍā adalah Ism yang mabnī pada sukūn, sebagai Ẓarf Zamān (Keterangan Waktu) yang terkait dengan jawab-nya (فَارْزُقُوهُم).

حَضَرَ (Ḥaḍara)

Fi'l Māḍī (Kata Kerja Lampau)

Mabnī 'alā al-fatḥ. Fā'il-nya adalah أُولُو.

الْقِسْمَةَ (Al-Qismata)

Maf'ūl bih (Objek)

Manṣūb (berharakat fatḥah). Objek dari Ḥaḍara (hadir di pembagian).

أُولُو (Ulū)

Fā'il (Subjek) dari Ḥaḍara

Marfū' (dalam posisi raf'), tanda raf'-nya adalah wāw karena ia termasuk Mulḥaq bi Jam' Muzakkar Sālim (tergolong plural maskulin). Kata أُولُو selalu muḍāf (disandarkan).

الْقُرْبَىٰ (Al-Qurbā)

Muḍāf Ilaih (Sandaran Kata)

Majrūr (dalam posisi jarr), tanda jarr-nya adalah kasrah muqaddarah (tersembunyi).

وَالْيَتَامَىٰ (Wa al-yatāmā)

Ma'ṭūf (Diikuti)

Marfū', mengikuti Ulū. Tanda raf'-nya adalah ḍammah muqaddarah.

وَالْمَسَاكِينُ (Wa al-masākīnu)

Ma'ṭūf (Diikuti)

Marfū', mengikuti Ulū. Tanda raf'-nya adalah ḍammah.

فَارْزُقُوهُم (Farzuqūhum)

Fā' (Jawāb Syarṭ) dan Fi'l Amr

Jawāb Syarṭ (Jawaban Syarat), dalam posisi jazm secara keseluruhan. Fi'l Amr mabnī 'alā ḥaḍfi an-nūn. Wāw al-Jamā'ah adalah Fā'il. Huruf hūm (هم) adalah Maf'ūl bih dalam posisi naṣb.

مِّنْهُ (Minhu)

Jārr wa Majrūr (Preposisi dan Kata yang Dijarrkan)

Muta'alliq (terkait) dengan Arzuqūhum. Hā' (ـه) merujuk kepada harta warisan (القسمة).

وَقُولُوا (Wa qūlū)

Wāw ('Aṭf) dan Fi'l Amr

Fi'l Amr mabnī 'alā ḥaḍfi an-nūn. Wāw al-Jamā'ah adalah Fā'il.

قَوْلًا (Qawlan)

Maf'ūl Muṭlaq (Objek Mutlak)

Manṣūb (berharakat fatḥah).

مَّعْرُوفًا (Ma'rūfan)

Na'at (Sifat)

Manṣūb (berharakat fatḥah), mengikuti qawlan.




🔑 Poin Utama I'rāb Ayat

  1. Struktur Iḍā (Syarat Waktu): Ayat ini menggunakan Iḍā untuk menunjukkan bahwa kewajiban memberikan nafkah/sedekah (فَارْزُقُوهُم) muncul saat orang-orang tersebut (kerabat non-waris, yatim, miskin) hadir di tempat pembagian warisan.

  2. I'rāb Ulū dan Al-Qurbā:

    • أُولُو (Ulū - pemilik/kaum) di-i'rāb sebagai Fā'il (Marfū') dan menggunakan tanda wāw karena termasuk Mulḥaq bi Jam' Muzakkar Sālim.

    • الْقُرْبَىٰ (kerabat) adalah Muḍāf Ilaih (Majrūr) dan menggunakan kasrah muqaddarah di atas alif.

  3. Penggunaan Maf'ūl Muṭlaq: Sama seperti ayat sebelumnya (4:5), قَوْلًا مَّعْرُوفًا berfungsi sebagai Maf'ūl Muṭlaq untuk qūlū (katakanlah), yang menekankan pentingnya menggunakan bahasa yang baik dan bijaksana ketika memberikan bagian atau menjelaskan ketiadaan bagian warisan kepada mereka.

  4. Hukum Pemberian (Farzuqūhum): Kata kerja perintah فَارْزُقُوهُم (maka berilah mereka rezeki/pemberian) adalah jawaban dari syarat Iḍā. Pemberian ini menunjukkan anjuran kuat (atau menurut sebagian ulama kewajiban) untuk memberikan sesuatu yang diambil dari harta warisan tersebut, sebagai bentuk kebaikan hati (ihsan) dan penghiburan.

Ayat ini mengajarkan etika sosial yang tinggi dalam pembagian warisan, memastikan bahwa bahkan mereka yang tidak berhak menerima warisan pun (karena bukan ahli waris atau karena miskin/yatim) tidak diabaikan ketika proses pembagian sedang berlangsung.